Program Kotaku ubah Kampung Pelet jadi Pelita

Bupati Karanganyar, Drs H Juliyatmono MM, berharap kepada masyarakat untuk mengubah menuju pola hidup yang bersih dan sehat. Harapan itu disampaikan Bupati saat meresmikan Pembangunan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Lingkungan Pelet Kelurahan Gedong Karanganyar, Rabu (27/11).

Bupati mengatakan dengan pola hidup yang bersih dan sehat pada akhirnya masyarakat sendiri yang akan merasakan dampak positifnya. “Air bersih kini sudah ada. Lingkungan sudah tertata dengan baik. Mari diikuti dengan perubahan perilaku hidup yang bersih dan sehat,” harap Bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa air menjadi kebutuhan hidup yang sangat diperlukan manusia. Apalagi jika mengingat musim kemarau yang berkepanjangan seperti sekarang ini. “Bersama-sama pelihara hasil pembangunan Program Kotaku ini,” kata dia.

 

Dalam kesempatan itu Bupati juga mengapresiasi kebersamaan dan kekompakan warga Pelet untuk membangun lingkungan melalui Program Kotaku.

Kepala Satker Kotaku yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Karanganyar, Edhy Sriyatno ST MT, menjelaskan Kabupaten Karanganyar menerima hibah Program Kotaku dari Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  sebesar Rp 8,5 miliar. Pembangunan di Lingkungan Pelet ini, kata Edhy, merupakan peresmian ketiga setelah di Lingkungan Jumok dan Lingkungan Jati Desa Jati. “Lima lokasi lain sudah menunggu peresmiannya,” kata Edhy.

Program Kotaku di Lingkungan Pelet berhasil membangun sumur dalam, talud saluran, serta lingkungan yang tertata, rapi dan indah, sehingga masyarakat sepakat untuk menjadikan Lingkungan Pelet menjadi Lingkungan Pelita, singkatan dari Pelet Indah dan Tertata.

Sub Professional For Communication Oversight Services Provider (OSP)-2 Jateng, Ferry Asmoro SSos MSi, dalam sambutannya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang mendukung penuh program Kotaku. Bahkan, Kabupaten Karanganyar berhasil meraih berbagai penghargaan di tingkat Provinsi Jawa Tengah atas keseriusan masyarat maupun pemerintah untuk bersama-sama mensukseskan program tersebut.

Program Kotaku, kata Ferry, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kawasan kumuh perkotaan menuju 100-0-100. “100 Persen air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi yang baik,” kata Ferry.