“Rencanakan kegiatan fisik ADD secara matang”

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karanganyar, Edhy Sriyatno ST MT, berpesan kepada para pelaksana program alokasi dana desa (ADD) untuk merencanakan pekerjaan fisik secara matang. Edhy juga meminta kepada pelaksana untuk tetap mematuhi ketentuan teknis yang ditentukan.

Pesan itu disampaikan Edhy saat menyampaikan paparan di hadapan peserta Bimbingan Teknis Penyusunan RAPBDes Tahun 2020 Se Kecamatan Mojogedang di Balai Desa Mojogedang, Rabu (27/11).

Edhy mengatakan perencanaan teknis yang telah disusun semaksimal mungkin harus direalisasikan di lapangan. “Kalau merancang jalan beton dengan mutu K.175, maka di lapangan harus dibangun jalan mutu K.175. Jangan mutu lebih rendah,” ungkap Edhy.

Dalam menyusun rencana anggaran biaya (RAB), terang Edhy, perencana harus mengidentifikasi seluruh tahapan pekerjaan mulai dari pekerjaan mayor, minor maupun pekerjaan pendukung. Jika sudah diidentifikasi, lanjut dia, tahapan selanjutnya adalah menghitung volume pekerjaan yang disesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia.

Lebih lanjut Edhy menyatakan metode pelaksanaan pekerjaan di dalam kegiatan dana desa juga harus mengikuti metode teknis yang ditentukan. Dia mencontohkan urugan pada talud penahan tanah semaksimal mungkin dipadatkan, sehingga didapat hasil yang sesuai harapan. “Jangan diurug sekadarnya, nanti taludnya tidak awet.”

Edhy juga mengatakan untuk alokasi dana desa, semaksimal mungkin bisa memanfaatkan seluruh potensi yang tersedia di desa, mulai dari tenaga kerja, pasokan material, maupun peralatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan (Dispermades) Kabupaten Karanganyar, Utomo Sidi Hidayat, mengharapkan kepada para kepala desa (Kades), terutama yang baru terpilih, untuk segera berkoordinasi dengan para perangkat desa. “Kepala desa harus memahami anggaran, berapa yang diterima,” kata Utomo.