Author: dpupr

Perbaikan Jalan Grompol-Jambangan mulai dikerjakan, arus lalu lintas buka-tutup

Saat ini sedang dilaksanakan  pekerjaan lapis pondasi bawah beton kurus atau lean concrete pada paket pekerjaan Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Jalan Grompol-Jambangan. Arus lalu lintas akan diterapkan sistem buka-tutup atau bergantian karena pengerjaan dilakukan secara bertahap dan bergantian satu sisi. Lapis pondasi bawah beton kurus ini berfungsi sebagai lantai kerja perkerasan beton semen sekaligus untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar.

Sebelum dilakukan pekerjaan pengecoran, terlebih dahulu dilakukan percobaan campuran beton (trial mix concrete). Trial mix concrete ini akan menghasilkan formula campuran beton yang akan digunakan secara konsisten untuk bahan perkerasan jalan beton. Kegiatan Rekontruksi/Peningkatan Kapasitas Jalan Grompol-Jambangan dilaksanakan oleh CV Jaya Sempurna Abadi dengan nilai kontrak Rp 4,38 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Target pekerjaan peningkatan jalan sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer dengan lebar 5 meter. Selain pekerjaan beton, dalam kegiatan Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Jalan Grompol-Jambangan juga dikerjakan talud pasangan batu kali untuk memperkuat badan jalan.  

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Karanganyar, Margono ST MM, menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan yang terganggu dengan pekerjaan ini. “Kami juga mohon doa restu dan dukungan seluruh masyarakat semoga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai alokasi waktu yang ditetapkan,” ujarnya.

UPT Colomadu perbaiki jalan Baturan-Sumber

Guna memberikan kenyamanan berkendara, petugas UPT Pemeliharaan Jalan Jembatan dan Irigasi Kecamatan Colomadu telah melaksanakan pemeliharaan rutin jalan kabupaten di ruas Baturan-Sumber. Jalan yang berlubang ditutup menggunakan konstruksi lapis permukaan penetrasi macadam (Lapen) sesuai dengan tingkat kedalaman lubang jalan.

Kepala UPT Pemeliharaan Jalan Jembatan dan Irigasi Colomadu, Purwanta ST, menjelaskan ruas jalan Baturan-Sumber merupakan ruas jalan perbatasan antara Kabupaten Karanganyar dan Kota Solo, sehingga sering menjadi akses warga di dua kabupaten. “Untuk itu, ruas jalan itu harus dijaga kemantapannya agar pengguna jalan nyaman berkendara,” kata dia.

Dialog IMB Hilang PBG Datang di RRI Surakarta

Dialog IMB Hilang PBG Datang di Studio RRI Surakarta, Rabu (23/3), menghadirkan narasumber Farid Achmadi ST MT (DPUPR Karanganyar) dan Dr Yosafat Winarto ST MT (FT Arsitektur UNS)

RRI  Surakarta, Rabu (23/3), menyelenggarakan Dialog Interaktif bertema “IMB Hilang PBG Datang”. Dialog tersebut menghadirkan narasumber, Pejabat Fungsional Teknik Tata Bangunan dan Perumahan Ahli Muda DPUPR Karanganyar, Farid Achmadi ST, MT serta Dosen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Dr Yosafat Winarto, ST, MT yang juga anggota Tim Profesi Ahli (TPA) Bangunan Gedung untuk Kabupaten Boyolali, Karanganyar dan Klaten.

Dalam dialog yang dipandu oleh penyiar Arifin Muhammad itu, Farid menjelaskan bahwa dibandingkan dengan IMB, PBG memiliki perbedaan, di mana persyaratan teknis diubah menjadi standar teknis yang menjamin keselamatan, kesehatan, kenyaman dan kemudahan bagi masyarakat. “Selain itu, pengajuan PBG harus melalui SIMBG sehingga akan menjamin keseragaman, pelayanan dan standarisasi penerapan teknis di seluruh Indonesia, terang dia.

Farid mengatakan untuk dapat mengajukan PBG ini, pemohon harus menyiapkan persyaratan dokumen rencana teknis yang telah ditetapkan, sesuai dengan jenis dan fungsi bangunan gedung yang diajukan, apakah untuk fungsi hunian, usaha, sosial budaya, keagamaan, dan sebagainya.

Di sisi lain, kata Farid, berdasarkan evaluasi saat ini, pelaksanaan PBG memang mengalami beberapa kendala, antara lain masyarakat belum familiar atau terbiasa dengan PBG melalui SIMBG, terutama persyaratan dokumen teknis yang harus disiapkan sebelum upload data ke SIMBG. “Selain itu, SIMBG adalah aplikasi yang sepenuhnya disiapkan oleh Pemerintah Pusat, sehingga apabila terjadi gangguan di sistem, maka daerah tidak bisa melakukan tindakan perbaikan apa pun dan pemerintah daerah hanya bisa menunggu,” terang dia.

Dosen Jurusan Arsitektur FT UNS, Dr Yosafat Winarto, memaparkan tugas dan peran Tim Profesi Ahli (TPA) di dalam penyelenggaraan bangunan Gedung. TPA, lanjut Yosafat, sesuai dengan bidang keahliannya akan memberikan pertimbangan teknis kepada Pemerintah Daerah di dalam menerbitkan PBG. “TPA ini bisa dari unsur arsitek, ahli struktur bangunan, ahli mekanikal elaktrikal, ahli sanitasi drainase, dan lain-lain,” kata Yosafat.

Yosafat menambahkan bahwa di dalam PBG ini, Pemerintah Daerah hadir sebagai mitra atau konsultatif bagi Pemohon PBG. “Kami sifatnya memberikan nasihat atau pertimbangan, sehingga bangunan yang diajukan benar-benar memenuhi standar teknis,” ujarnya.

Suasana dialog di RRI Surakarta dengan tema IMB HIlang PBG Datang, Rabu (23/3).

Masjid Agung Madaniyah dipakai Sholat Jumat perdana, Bupati Karanganyar jadi Khatib

Bupati Karanganyar, Drs H Juliyatmono MM, menjadi khatib Sholat Jumat perdana di Masjid Agung Madaniyah, Jumat (11/3).

Setelah sekian lama penantian, Masjid Agung Karanganyar akhirnya kembali dapat berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam. Penggunaan kali pertama masjid, setelah proses Pembangunan Masjid Agung yang memakan waktu kurang lebih dua tahun, digunakan untuk Sholat Jumat, (11/3).

Bertindak sebagai khatib Sholat Jumat Bupati Karanganyar, Drs H Juliyatmono. Dalam isi khutbahnya, Bupati Karanganyar menyatakan keberadaan masjid yang berada di pusat kabupaten diharapkan bisa menjadikan kebanggaan dan bisa dimanfaatkan oleh umat Islam di Karanganyar untuk menjadi pusat kegiatan umat. Masjid tersebut dinamai dengan Masjid Agung Madaniyah Kabupaten Karanganyar.

Sebelumnya, beredar informasi Presiden Jokowi akan hadir ke Masjid Agung Madaniyah untuk menunaikan ibadah Sholat Jumat seusai meresmikan Tower UNS. Namun Presiden tidak jadi hadir karena ada agenda lain di Yogyakarta.

Walaupun undangan Sholat Jumat sebenarnya terbatas, namun antusiasme umat Islam begitu mendengar Masjid Agung Madaniyah mulai digunakan untuk beribadah, sungguh luar biasa. Masjid tersebut penuh sesak oleh jamaah Mereka ingin melihat dari dekat masjid yang menjadi kebanggaan warga Karanganyar itu. Beberapa jemaah menyatakan kekagumannya akan bangunan masjid yang sudah lama dinanti-nantikan itu.

Sholat Jumat perdana di Masjid Agung Madaniyah, Jumat (11/3)

Bangunan Masjid Agung Madaniyah Karanganyar didesain mirip Masjid Nabawi Madinah. Masjid ini juga terdapat empat buah menara, di mana salah satunya berfungsi sebagai Menara Pandang. Pengunjung dapat naik ke manara setinggi kurang lebih 60 meter menggunakan lift, sehingga dapat melihat keindahan pemandangan Karanganyar Kota.

Masjid Agung Madaniyah juga dilengkapi dengan aula pertemuan yang dapat menampung tamu hingga berkapasitas 700 orang, sehingga bisa dipakai untuk hajatan atau kegiatan lain yang bersifat sosial dan keagamaan.

Pembangunan Masjid Agung Madaniyah dikerjakan oleh Kontraktor PT MAM Energindo dari Jakarta. Konsultan Pengawas dilakukan oleh Manajemen Konstruksi PT Aretas Wicaksana Konsultan Semarang. Sedangkan perencanaan dilakukan oleh PT Saranabudi Prakarsaripta KSO CV Identitas Semarang. Proyek ini dikerjakan secara multiyear (Tahun Jaman) sejak tahun 2019 dan didanai dari APBD Kabupaten Karanganyar.

Berikut fakta-fakta mengenai Pembangunan Masjid Agung Madaniyah Kabupaten Karanganyar :