
Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Karanganyar, Kamis-Jumat (11-12/12), mengadakan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi. Kegiatan diikuti kurang lebih 25 peserta.
Kepala DPUPR, Asihno Purwadi ST, dalam sambutan pembukaan yang diwakili oleh Sekretaris DPUPR, Margono ST MM, mengatakan melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja konstruksi kualifikasi teknisi/analis yang tersertifikasi, andal, kapabel, dan profesional. “Selain itu diharapkan juga memberikan jaminan terhadap keterampilan, kualitas dan kemampuan kerja dari tenaga kerja konstruksi, sehingga mampu menghasilkan produk konstruksi yang memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan,” kata dia.
Pelatihan Tenaga Kerja Konstruksi menghadirikan narasumber masing-masing Bonard David Yuniarto SH MH (Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Karanganyar) dengan tema Aspek Hukum dan Mitigasi Permasalahan Hukum Pekerjaan Jasa Konstruksi, Hasnan Syaiful Aziz ST (Pengelola Pengadaan Barang/Jasa dari Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah) dengan tema Implementasi Pengadaan Sektor Konstruksi Melalui E Katalog Versi 6.0, serta Farid Achmadi ST MT (Pejabat Fungsional Penata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Ahli Muda Bidang Cipta Karya DPUPR Karanganyar) dengan tema Kebijakan dan Pengendalian Pekerjaan Konstruksi.
Dalam paparannya, Farid Achmadi menjelaskan bahwa kebijakan penyelenggaraan bangunan Gedung dilakukan dalam upaya mewujudkan keandalan bangunan. “Keandalan bangunan meliputi aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan bangunan,” jelas Farid.
Belajar dari kegagalan bangunan yang terjadi di sejumlah wilayah, lanjut Farid, tenaga kerja konstruksi harus disiplin di dalam pengendalian kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Aspek arsitektur, struktur, serta mekanikal elektrikal plumbing (MEP), masing-masing sudah memiliki standar dan spesifikasi teknis yang harus diiikuti dalam pelaksanaan di lapangan.
Sertifikasi tenaga kerja konstruksi diikuti peserta dengan berbagai kelas jabatan, seperti ahli muda jalan, jembatan, maupun keselamatan dan Kesehatan kerja (K3).

Kepala Bidang Cipta Karya, Ari Wibowo ST MM, dalam laporannya berharap setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi, tenaga kerja konstruksi di Kabupaten Karanganyar bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas pekerjaan di sektor konstruksi serta memiliki daya saing tenaga kerja di tingkat yang lebih luas.


